Oleh Imron Supriyadi
Dapunta Online – Kasus pencurian warisan budaya Indonesia yang banyak dilakukan Malaysia tak membuat khawatir bagi Eko Cipto,SH, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Pusat. Eko malah mempersilakan kepada Malaysia untuk mengimpor wayang Indonesia. Menurutnya, Malaysia tidak akan bisa mematenkan wayang Indonesia, baik Wayang Jawa atau Wayang Palembang.
“Unesco sudah lebih dulu mematenkan kalau wayang adalah produk Indonesia, bukan produk negara lain. Jadi silahkan saja Malaysia akan mengimpor wayang kita,” katanya dalam pelantikan PEPADI Sumsel di Aula RRI Palembang, Sabtu (08/01/2011)
Menurut Eko, saat ini di sejumlah negara-negara berkembang sudah banyak komunitas wayang. Di Amerika wayang sudah berkembang, bahkan banyak orang asing yang sudah belajar menjadi dalang.
“Ini merupakan kebanggaan kita, kalau warisan seni budaya kita disukai bangsa lain. Tinggal sekarang kita bagaimana untuk tetap melestarikan budaya ini. Kalau negara lain saja peduli kenapa kita tidak,” katanya.
Wayang Palembang
Ki Suparno Wonokromo yang terpilih menjadi ketua PEPADI Sumsel periode 2011-2015 menjelaskan, saat ini kesenian wayang minatnya sudah berkurang, apalagi di kalangan muda. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya untuk membangkitkan kecintaan wayang di kalangan muda. CEO Sumatera Ekspres Group Palembang ini menyebutkan, wayang yang selama ini berkembang adalah Wayang Jawa. Tetapi Suparno juga menginginkan adanya kebangkitan Wayang Palembang.
Lebih lanjut, Suparno mengklaim Wayang Palembang itu sudah punah dan tinggal cerita. Tetapi ini bukan menjadikan pelaku seni wayang Palembang patah semangat. Justru sebaliknya menjadi motivasi bagaimana wayang Palembang harus kembali eksis.
“Saya akan lihat bagaimana wayang Palembang itu pentas sebagaimana Wayang Jawa. Kita bangkitkan. Kalau nanti Wayang Palembang memang bisa tampil dan punya nilai jual, atau layak tonton, saya siap untuk memfasilitasi, termasuk satu bulan sekali wayang palembang harus tampil dan siaran di RRI,” kata Suparno ditingkahi tepuk riuh para undangan.
Lebih lanjut, Suparno mengatakan beberapa bulan lalu orang Unesco datang ke Palembang dan siap membantu semua fasilitas yang dibutuhkan untuk membangkitkan wayang Palembang. Tetapi Suparno heran kenapa masyarakat Palembang malah tidak menyambut niat baik Unesco?
“Saya ini heran, waktu itu ada orang Unesco datang ingin membantu mengembangkan wayang Palembang. E, nggak tahunya masyarakat Palembang malah enak-enak saja. Orang lain peduli, kita malah nggak ada respon,” tukas Suparno.
Menanggapi hal itu, Drs.Dadang Irawan, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan dan Seni Dinas Budpar Sumsel menyambut baik atas gagasan Suparno. Menurutnya, Wayang Palembang harus tetap dilestarikan dan ditumbuhkembangkan. Sebeb menurut Dadang, wayang bukan sekadar tontonan tetapi di dalamnya juga banyak pesan moral yang menjadi tuntutan hidu bagi manusia.
Selain itu, Dadang menyebutkan, wayang dalam era globalisasi seperti sekarang dapat menjadi media komunikasi dalam menyampaikan pesan, baik yang dilakukan secara langsung di panggung, maupun melalui media televisi dan siarang langsung di radio. Untuk menghadapi
Sea Games XXVI Dadang akan memaksimalkan wayang Palembang agar dapat ikut menjadi sajian seni budaya kepada sejumlah tamu dari negara-negara Asia Tenggara.
“Saya berharap PEPADI dapat ikut membantu secara bersama-sama agar wayang Palembang ini bisa lestari, tumbuh dan berkembang, terutama nanti pada saat Sea Games XXVI wayang Palembang bisa menjadi tontotan dan tuntutan bagi kita semua,” katanya. [*]